*Apa itu " Social Engineering *???*๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ฐ

Waktu itu saya menghantar isteri ke sebuah bank di pusat bandar untuk mengambil wang di ATM.๐Ÿง Sesudah sampai di tempat tujuan, isteri saya turun terlebih dahulu sementara saya mencari tempat parking kereta.๐Ÿš™๐Ÿš—๐ŸšŽ๐Ÿš

Ketika saya menuju masuk ke dalam bank, saya melihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yg tidak kami kenali.๐Ÿ‘ฅ Saya menghampiri dengan diam-diam sambil mendengarkan perbualan mereka.

"Jadi begini puan," kata salah seorang diantaranya. "Saya mahu transfer wang ke saudara saya, namun kad ATM saya tertinggal di rumah.๐Ÿ’ณ Saya cuma nak minta tolong puan untuk pindahkan RM 1,000.00 ke nombor akaun ini dan wangnya nanti saya ganti balik sekarang juga, ini sudah saya pegang."๐Ÿ’ฐ

" Saya minta maaf, tidak dapat membantu awak," kata isteri saya.๐Ÿ‘ฉ๐Ÿป

"Kenapa puan?,"๐Ÿ—ฃ tanya salah seorang diantara mereka dgn nada suara tinggi. 

" Puan tidak percaya kepada kami kah?"๐Ÿ—ฃ

"Ya, saya tidak percaya kepada kamu,"* ๐Ÿ‘ฉ๐Ÿป kata saya dengan tegas sambil mendekati isteri saya.๐Ÿ‘ฉ๐Ÿป Kedua-dua orang itu memandang ke arah saya...๐Ÿ‘ฅ

"Kamu siapa? mencampuri urusan orang lain."*๐Ÿ’๐Ÿป‍♂๐Ÿคท๐Ÿป‍♂

"Dia isteri saya. Kamu ni kenapa? Saya tidak percaya kepada kamu dan kalau kamu tetap memaksa isteri saya, saya akan suruh guard/polis/orang ramai di luar tangkap kamu."*๐Ÿ‘ฎ๐Ÿป๐Ÿ‘ฎ๐Ÿป‍♀๐Ÿ”—

Mereka berdua nampak serba salah dan terus bergegas keluar dan menuju ke motornya tanpa menoleh lagi.๐Ÿ๐Ÿ›ต

Hari berikutnya.. Tempat kejadian berlaku di Lapangan terbang KLIA..๐Ÿ›ฌ๐Ÿ›ซ Masa tu saya ingin balik ke kampung di Tawau..✈

Masa saya hendak check in, ๐Ÿ›‚๐Ÿ›ƒ orang yang sedang proses check in di depan saya nampaknya agak kebingungan dgn barangnya. Cukup banyak sehingga melampaui batas yang dibenarkan. Dia kemudian menoleh ke arah saya dan meminta bantuan.

"Encik, saya lihat barang encik sedikit,"

Yaa... katanya sambil menatap ke wajah saya.

"Boleh kah encik bawakan barang saya ?"

Saya langsung  menggeleng.

"Maaf tuan, saya tidak boleh tolong awak," jawab saya tegas.

"Kenapa encik? Encik tidak mempercayai saya?"

YAAaaaaaa!

"Bagaimana saya boleh percaya dengan tuan, saya tak kenal pun awak!

Jika bagasi tuan itu berisi barang berbahaya, ๐Ÿ”ซ๐Ÿ’ฃ๐Ÿงจ๐Ÿ’Š๐Ÿ’‰๐Ÿšฌ nanti  barang itu terdaftar atas nama saya.

Sayalah yang akan bertanggungjawab dan berurusan dengan pihak berkuasa.... ๐Ÿ‘ฎ๐Ÿป๐Ÿ‘ฎ๐Ÿป‍♀๐Ÿ”— bukan anda."

"Habis saya  bagaimana?"

"Maaf, itu masalah awak, bukan urusan saya. Lagipun awak ada pilihan, bayar/tinggal kan saja yg lebihannya."

Saya lihat counter check in sebelah kosong, ๐Ÿ‘ฎ๐Ÿป๐Ÿ‘ฎ๐Ÿป‍♀

Petugasnya mengangguk kepada saya. ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘ฎ๐Ÿป๐Ÿ‘ฎ๐Ÿป‍♀

Segera saya ke sana, mengurus check in dan beranjak masuk ke lounge.

Itulah " Social Engineering ",

Sebuah Teknik untuk Memanipulasi dan Mengarahkan Perilaku Seseorang atau Sekelompok Orang dengan Menggunakan Kekuatan Hipnotik Bahasa, Rasa janggal serta Tekanan Peribadi  Seseorang Terhadap Suatu Isu.

Seiring dengan berkembangnya Teknologi...,

" Teknik Human Engineering " juga Banyak berlaku dalam Dunia Sosial Media melalui Berita-berita sensasi/viral.
Oleh karena itu jangan hairan jika  Tukang Sampah hingga Orang Berpendidikan sangat Tinggi, boleh terpengaruh kerananya.

Semoga Berguna... ๐Ÿ‘
Kata kata seperti ini :

"Encik tidak percaya dgn saya ?"
Biasanya kita jadi bingung, jadi begitu kerana ,takut menghina mereka  lalu kita jawab :
" Bukan begitu...tapi......."
Nah disaat itu, kita menempatkan diri di bawah mereka.๐Ÿ˜ˆ
Sepatutnya terus saja menjawab :

"MAAF"
"YA...SAYA MEMANG TIDAK PERCAYAKAN KAMU.."

Dalam cerita di atas.๐Ÿ‘ฟ
Ketika itu Penjahat Tahu Kita Bukan Calon Korban Yang Lemah.๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿ˜ฒ

TOLONG KONGSI DENGAN YANG LAIN ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ“ฑ๐Ÿ“ฒ
BIAR TIDAK MENJADI MANGSA PENIPUAN..๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ฐ ☠๐Ÿ’€