Kisah hidup pegawai kerajaan | ABAM KIE : Man of The House


Monday, 16 June 2014

Home » » Kisah hidup pegawai kerajaan

Kisah hidup pegawai kerajaan


Ketika aku membuka lembaran-lembaran fail pegawai yang telah pencen, ku temui catatan berikut ini:
 
Dahulu aku berangan2..
Andai aku menjadi seorang pegawai pejabat…
Dan benar saja, akhirnya aku pun bekerja sebagai pegawai
Sehingga aku pun terobsesi untuk segera menikah.

👰Dahulu aku berangan2…
Kiranya aku dapat menikah..
Dan benar saja, aku pun menikah.
Akan tetapi hidup ini demikian sepi tanpa kehadiran anak-anak.

👪Aku pun berangan2…
Kiranya aku dikurniakan anak
Dan benar saja, aku pun diberikan kurnia anak-anak.
Akan tetapi, tidak berselang beberapa lama akhirnya aku jenuh dengan dinding2 apartmenku sendiri.

🏡Akupun kembali berangan2...
Andai aku memiliki rumah peribadi.
Terdapat halaman dan tamannya…
Dan benar saja, setelah berusaha keras aku pun memiliki rumah itu
Akan tetapi… anak-anak ku sudah pun dewasa..

Akupun kembali berangan2..
Duhai kiranya aku dapat menikahkan mereka…
Dan benar saja, akhirnya mereka pun telah menikah.
Tapi aku jenuh dengan pekerjaanku dengan segala kesulitannya, semuanya terasa sangat melelahkanku.

Akupun kembali berangan2...
Andai aku segera pencen agar aku dapat beristirehat.
Benar saja, aku pun akhirnya bersara.
Akan tetapi aku pun tinggal seorang diri persis seperti baru lulus kuliah dahulu.

Akan tetapi ketika baru lulus kuliah dahulu, saat itu aku tengah menyongsong kehidupan, 
sementara saat ini aku sedang menyongsong akhir kehidupan. 

Namun meskipun demikian, aku masih saja memiliki sebuah angan-angan…

Kini aku berangan2...
Untuk menghafal Al Qur’an.
Tapi… ingatanku telah mengkhianatiku (cepat lupa).

🍮Aku juga berangan2..
Untuk berpuasa mendekatkan diri kepada Allah
Tapi kesihatanku tidak lagi membantuku.

🌓Aku juga berangan2..
Untuk bangun solat malam
Tapi kakiku tak mampu lagi menahan beban tubuhku.
Sungguh benarlah sabda Rasulullah al-Musthafa,
“Pergunakanlah sebaik-baiknya 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara:
Masa mudamu sebelum datang masa tuamu
Masa sihatmu sebelum datang masa sakitmu
Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu
Masa hidupmu sebelum datang kematianmu...

Ya Allah!
Bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu dan melakukan ibadah sebaik-baiknya kepada-Mu...

Saudaraku..
Jika dalam aktiviti harianmu tidak terdapat;
Dua rakaat Solat Dhuha,
Atau 1 hizb bacaan Qur’an,
Atau solat Witir di malam hari,
Atau ungkapan kalimat baik yang kau ucapkan,
Atau sedekah yang dapat memadamkan kemurkaan Allah,
Atau amalan rahsia yang tidak diketahui manusia melainkan Allah...
Maka masih adakah nikmat hidup tersisa untukmu?

Diterjemahkan oleh Fadlan Akbar, LC. dari artikel berbahasa Arab
http://stiba.net/2014/02/26/panjang-angan-angan/

12 comments:

Ahmad Zu Mal Md Rayi said...

Moga dapat menjadi renungan buat semua...

Muhammad Khairuddin Lim said...

semoga menjadi renungan

RDZ Z said...

Wah sungguh nostalgia gambar tu...

acik idah said...

Sungguh menarik tulisan ini... memberi inspirasi dalam peringatan... :)

n O e s u h a i m i said...

terima kasih atas peringatan ni cikgu...

tifaanvar said...

sngt trsentuh dngn entry ni

Mohd Billy said...

pengalaman mendewasakan..in sha allah

ayut said...

Moga mjdi pedoman bt semua....

Nurashikin ZA a.k.a NAZECK said...

Kerana secebis amalan yang ku ada, membuatkan kenikmatan itu makin luput dari diri ini. Sedangkan kumerasa dosaku setinggi gunung..;(

aRz MoHa said...

Benar abg zuki Din. beramal jangan tunggu sampai Tua.

Mar Mansor said...

bagus dijadikan tauladan..
emm..terasa juga nih

Cik Misstree said...

Jadi peringatan bersama.

;